Persyaratan dan Proses untuk Mengurus SBU Terintegrasi
SBU Terintegrasi merupakan sertifikat untuk perusahaan konstruksi yang menawarkan layanan keseluruhan dari awal proyek hingga akhir. Sertifikat ini sangat penting dan harus dimiliki oleh perusahaan konstruksi terintegrasi. Untuk mendapatkan sertifikat ini sendiri perusahaan harus memenuhi berbagai persyaratan terlebih dahulu. Nah, berikut ini adalah beberapa syarat dan proses pengajuan persyaratannya. Mengenal Syarat dan Proses Pengajuan SBU Terintegrasi SBU atau Sertifikat Badan Usaha Konstruksi adalah sertifikat untuk perusahaan konstruksi yang menawarkan layanan secara menyeluruh mulai dari awal proyek hingga akhir. Sertifikat ini membuktikan bahwa perusahaan konstruksi memiliki keahlian untuk menangani semua tahapan proyek yaitu mulai dari perencanaan, desain, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek. Bagi perusahaan konstruksi terintegrasi, memiliki sertifikat ini sangatlah penting dan menguntungkan. Sebab sertifikat ini mampu memastikan perusahaan bisa berpartisipasi dalam proyek besar yang menguntungkan. Selain itu sertifikat ini juga mampu meningkatkan kredibilitas perusahaan karena menjadi bukti bahwa perusahaan bisa benar-benar diandalkan untuk berbagai proyek. Karena sangat penting, perusahaan konstruksi terintegrasi harus benar-benar memiliki sertifikat ini. Nah, berikut akan kita bahas apa saja syarat untuk mendapatkannya dan bagaimana proses pengajuannya. Persyaratan untuk Mendapatkan Sertifikat Badan Usaha Terintegrasi Untuk bisa mendapatkan SBU Terintegrasi ini tentu tidak bisa sembarangan saja. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh badan usaha konstruksi. Jika badan usaha atau perusahaan tidak memenuhi persyaratan tersebut maka tidak bisa mendapatkan sertifikat ini. Karena itu tidak heran jika banyak perusahaan masih belum memilikinya karena syaratnya belum terpenuhi. Syarat untuk mendapatkan sertifikat ini pun sebenarnya cukup beragam seperti berikut ini:
  1. Memiliki Pengalaman Kerja
Syarat pertama yaitu perusahaan sudah harus memiliki pengalaman kerja minimal 3 proyek dalam waktu 5 tahun terakhir. Pengalaman kerja tersebut pun harus relevan dengan sub-bidang yang diinginkan serta harus terverifikasi oleh Kementerian PUPR.
  1. Memiliki Peralatan yang Memadai
Perusahaan juga harus memiliki peralatan kerja utama yang telah memadai dan lengkap untuk berbagai proyek. Contohnya yaitu peralatan untuk penggalian, pengangkutan, pemotongan, penyambungan, alat ukur, alat tes, hingga alat untuk keselamatan kerja.
  1. Memiliki Tenaga Ahli yang Berkompetensi dan Berkualifikasi
Syarat SBU Terintegrasi lainnya yaitu perusahaan harus memiliki tenaga kerja dan pelaksanaan yang sudah ahli, memiliki kompetensi, dan kualifikasi yang memadai. Bahkan tenaga kerja tersebut harus sudah memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja atau SKK yang relevan dengan sub-bidang yang diajukan.
  1. Memiliki Kemampuan Keuangan yang Memadai
Perusahaan juga harus memiliki nilai kekayaan bersih atau modal dengan nilai minimum tertentu sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Kemampuan tersebut bisa dibuktikan dengan menyerahkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik.
  1. Memiliki Omset Sesuai Kualifikasi
Perusahaan juga harus memiliki omset atau penjualan tahunan dengan nominal yang sesuai dengan threshold kualifikasi yang diajukan. Jika penjualan tahunan masih jauh di bawah kualifikasi maka artinya perusahaan masih belum memenuhi persyaratan SBU Terintegrasi satu ini.
  1. Memenuhi Syarat Dokumen Legalitas Administratif
Syarat lainnya yaitu perusahaan harus memenuhi persyaratan dokumen legalitas administratif seperti NIB atau Nomor Induk Berusaha, dokumen peralatan konstruksi, dokumen kemampuan keuangan yang telah diaudit Akuntan Publik, Kartu Tanda Anggota asosiasi jasa konstruksi, data akta pendirian, dokumen penerapan sistem anti penyuapan, hingga dokumen sistem manajemen mutu. Itulah berbagai persyaratan untuk mendapatkan SBU yang harus dipenuhi oleh perusahaan konstruksi. Perusahaan yang telah memenuhi semua persyaratan tersebut tentu memiliki peluang yang lebih besar untuk lolos dan mendapatkan sertifikatnya. Proses Pengajuannya Proses pengajuan SBU Terintegrasi bisa dilakukan secara online melalui sistem OSS (Online Single Submission). Platform tersebut sudah terintegrasi dengan portal perizinan Kementerian PUPR. Nah, berikut ini adalah proses pengajuannya:
  1. Menyiapkan Dokumen Persyaratan
Langkah pertama perusahaan harus menyiapkan berbagai dokumen persyaratan yang dibutuhkan. Pastikan untuk menyiapkan syaratnya secara lengkap untuk memperlancar dan mempercepat proses pendaftaran untuk mendapatkan sertifikat penting satu ini.
  1. Mengajukan Permohonan
Setelah menyiapkan syarat yang lengkap, berikutnya perusahaan bisa mengajukan permohonan di OSS. Caranya yaitu login ke akun OSS terlebih dahulu kemudian pilih menu PB UMKU. Selanjutnya pilih KBLI bidang konstruksi yang diajukan, lalu isilah data perusahan dan unggah persyaratan yang diminta, kemudian tentukan LSBU yang dituju.

3. Verifikasi Data

Proses selanjutnya LSBU akan melakukan verifikasi data dengan memeriksa dokumen yang diberikan oleh perusahaan.

4. Pembayaran

Jika data awal diterima, maka sistem akan memunculkan tagihan biaya SBU Terintegrasi yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Perusahaan pun harus segera menyelesaikan proses pembayaran tersebut.
  1. Asesmen
LSBU kemudian akan melakukan asesmen dan menetapkan apakah perusahaan sudah memenuhi standar kemampuan badan usaha. Jika hasilnya layak, SBU akan melakukan rekomendasi kelayakan.
  1. Penerbitan Sertifikat
LSBU kemudian akan melaporkan kelayakan perusahaan ke sistem LPJK yang kemudian akan melakukan penomoran SBU otomatis. Data SBU tersebut akan dikirimkan ke OSS dan perusahaan bisa mengunduh sertifikat tersebut. Proses pengajuan sertifikat ini memang terlihat cukup panjang namun hal tersebut wajar mengingat sertifikat ini memang sangat penting dan tidak bisa diberikan pada sembarang perusahaan. Hanya perusahaan yang benar-benar layak dan telah memenuhi seluruh persyaratan yang pantas mendapatkan sertifikat ini. SBU Terintegrasi menjadi sertifikat yang penting bagi perusahaan konstruksi perusahaan. Dengannya perusahaan akan mendapatkan kesempatan yang lebih tinggi untuk mendapat proyek besar sekaligus meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan. Sebaliknya, tanpa sertifikat ini perusahan bisa kehilangan banyak kesempatan yang pastinya cukup merugikan. Oleh karena itu perusahaan harus memastikan memiliki sertifikat ini meskipun harus memenuhi persyaratan yang beragam dan proses yang cukup panjang.   Baca juga : Kegunaan SIUJPTL bagi Perusahaan Konstruksi Kelistrikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top Telepon Langsung Kami